Teruslah bergerak dan bersinar!

karena kita mampu mengapresiasi hal sekecil apapun

Galau-ers

Well, mungkin ini akan jadi postingan yang sedikit ceria dari sekian postingan yang galau :P . Kali ini, saya mau cerita tentang dengan siapa dan ngapain aja saya kalau lagi ada di kampus #hhe. Berhubung fokus aktivitasnya ke sekolah, jadi lima hari di kampus menuntut saya untuk punya ‘komunitas’ juga yang bisa jadi tempat pulang. Sayangnya, komunitas yang saya temukan ke-klop-annya ini adalah orang-orang galau (waduh, berarti saya galau juga? #hhe) yang notabene, hum.. anak-anak sipil kampus yang sulit dijelaskan. Hha. Tapi yang penting, mereka orang-orang baik ko ;) tinggal dipoles dikit insya Allah jadi sholehah.. Amiin..

Sebenernya.. deket sama mereka, membuat sedikit perubahan dalam psikis dan cara hidup saya #curcol. Yang mungkin tadinya ‘kaku’ jadi agak melonggarkan dan yang tadinya ‘sibuk terus’ jadi lebih sering ngobrol di kamar siapaaa gitu (ampe nyita waktu -______- *jangan ditiru*) Hhe. Oke, cekidot orang-orangnya.

Nilam Puspa Ruspatti

Anak Teknologi Hasil Perairan (THP) yang punya ambisi jadi mapres THP. Kalau dilihat dari segi sudut pandang, sedikit mirip Dila karena usia tarbiyahnya juga udah dari zaman SMA. Lucu juga kalau dia cerita tentang ditegur sama komtinya disuruh pake kaos kaki atau rok. Hha. Kadang suka disindirin juga, biar dia mikir *maaf ya lam*. Paling ‘jleb’ kalau dia udah bilang..

‘Oh, lu belum ngerjain tugas ndu? Ga heran sih..’

Septika Nur Arizki

Ini dia temen sekelasnya Delmar, anak statistika. Ngomongnya medhok banget, sampe kalau bilang ‘K’ ada Qolqolahnya, jadi kaya ‘Q’. Dia itu asli Banjarnegara, kampungnya Pak Rektor. Baru hijrah di IPB dengan cara dia sendiri. Hhe. Maksudnya entah kenapa unik aja ketika dia bilang..

‘Aku disuruh MR a(q)u untuk i(q)ut serum G pas di fa(q)ultas..’

Hihi. Ga kuat dah maenannya kalau udah disuruh MR. :p Oh iya, IP-nya hampir 4 kalau kewirusnya nggak dapet AB lho. Keren kan?

Afifah Taqiyyah

Anak Jakarta, jurusan AGH. Gahoel islami #lhah. Baru hijrah pakai jilbab di IPB dengan gayanya tersendiri. Ayah ibu-nya itu Aktivis Tarbiyah DKI lho.. manggilnya aja ‘Umi’ sama ‘Abi’ dan pas lihat fotonya, kerudung uminya lebaar dan dobel. Moga pipah bisa nyusul dah ya ^^. Dari sekian galau-ers, dia yang paling banyak temen BB, karena yang punya hp BB cuma dia. Paling sering banget juga ngeledekin dengan bilang..

‘Umi Rindu.. *sensored*’

Ya, begitulah cara saya dibully di kelompok ini..

R. R. Anita

Raden Roro Anita. Anak Fakultas Peternakan yang kayanya salah masuk jurusan, soalnya dia hobi banget sama ikan dan gambar. Hhe. Dia itu anak Bogor coret, Depok coret (baca: Citayem). Punya pandangan bagus, apalagi konsep hijabnya. Eits, jangan salah, dia salah satu orang yang berontak kalau dipegang cowok lho (walau kadang suka loss). Hihi. Dia itu orang beruntung karena doyan banget sama yang namanya majalah Trubus, sampe majalah temen sekamar saya (yang juga doyan baca begituan) dibantai sama dia. Maksudnya beruntung ya karena sesuai aja gitu sama ‘karakter’ IPB. ^^v

Triana Winni Astuti

Beuh kalau yang ini sibuk banget. Anak KPM yang jadi pengurus BEM KM, kebijakan public pula (kaya kastrat-nya gitu). Asalnya dari SMANSA Bekasi dan ‘nyasar’ ke IPB, karena tadinya dia mau ngambil komunikasi di UGM. Dia ini orang yang cerita ke saya kalau OSIS SMANSA Bekasi udah kaya ROHIS, akibat banyaknya anak yang kerudungan. Whohoo.. Alhamdulillahnya, dia masih aktif (banget) mentoring sampai sekarang dari zaman SMA.

Istiq Farila

AGB. FORCES dan kenal Deny *trus?*. Hha. Orang asli Jawa Timur yang gigiiih banget buat ‘bertahan cum laude’ di IPB. Kalau berkunjung ke kamarnya, bakal ada tempelan rumus-rumus kalkulus yang ngejelimet itu. Kata dia sih, biar kebawa mimpi pas tidur jadi nggak usah ngehafalin lagi. Cara yang unik :9. Sekarang-sekarang ini dia lagi sibuk jualan buat Agri Fair *bener nggak ya?*, ya pokonya dia pengen nyoba berbisnis kecil-kecilan dulu lewat danusan ini.

Yak itulah sekitar 6 orang yang cukup deket sama saya waktu di kampus. Semuanya satu lorong (kecuali Roro) dan semakin kesini, intensitas kami buat kumpul jadi tambah sering. Mungkin karena bentar lagi mau pisah ye. Hhe. Kalau ditanya alasan saya kenapa masih bertahan dengan ngumpul bareng mereka karena tiap orang itu punya potensi kebaikan, jadi ya siapa tahu perkumpulan ini bisa jadi ajang perbaikan kami (dengan sindir-sindiran satu sama lain). Wheheh. Walau kadang (emang sih) jadi ketularan ‘galau’-nya. Hha. Bismillah-lah pokonya, enjoy aja, toh hidup itu seni memaknai fase. Kita doakan saja semoga kami jadi anak sholihah.. Amiiiin ^^

 

3 Comments »

Menjadi Baik

Bismillah

Kalau boleh jujur, terkadang diri kita mungkin tak sepenuhnya lurus, baik dan tulus. Ada banyak kecompang-campingan yang melekat, ketidaksempurnaan yang mengakar dan segala hal berkonotasi negatif lainnya. Ya, itu kita, apa adanya.

Namun akan berbeda ceritanya saat kita tergabung dalam sebuah kumpulan kebaikan. Kumpulan yang bisa menguatkan dan mengingatkan untuk kebaikan. Walau sebenarnya, kumpulan itu terdiri dari orang-orang yang sama seperti tadi: tak sempurna. Ajaibnya, saat berkumpul, seolah hanya hawa kebaikan yang terkukung. Dihiasi senyum yang tulus dan pikiran yang jernih, tak terbersit apapun kecuali berbuat baik. Luruhlah sudah ketidaksempurnaan individu dengan balutan indahnya jamaah.

Maka, kalau boleh memohon (terus), moga selalu terseret (atau tercantol?) dalam lingkungan kebaikan, pada kondisi diri bagaimanapun, kapanpun dan dimanapun. Amiin.

:’)

kuatkan ya Rabb.. #ba’da mengoprek arsitek peradaban

No Comments »

Recovery

Untuknya,

tidak perlu berkunjung ke kamar 245

atau menunggu di kortan saat hari Rabu

atau senin malam hingga larut

atau berkeliling di sekitar SC dan rusun

Untuknya,

hanya perlu berjalan jauh, hingga rektorat

berdiam sendiri dalam mushola

atau menikmati LSI di sudut paling ujung

atau tafakur saat menjelajah bara

atau melihat lebih dekat pada Sabtu di kotak sabun

karena dirimu pun punya hak atasmu

teko yang kering, tak akan pernah bisa menghilangkan haus

perlu diisi hingga siap untuk menuang

karena dirimu pun punya hak atasmu

perlu mundur sejenak, untuk bisa melompat lebih tinggi

menata ulang langkah hingga sanggup berlaga

dalam kancah

dunia

bismillah. semoga nafas ukhrawi selalu mengiringi walau fluktuatif.

No Comments »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.